KOPI ASIN


Kumpulan Cerita Inspiratif Dan Motivasi
Sean adalah pemuda pemalu yang berpenampilan biasa. Suatu Saat dia menghadiri sebuah pesta, dia melihat seorang gadis berparas cantik, senyumannya sangat menawan, ditambah dengan suara lembutnya. ke sudut manapun dia pergi, selalu terlihat ada pemuda yang mendekatinya. Sean memberanikan diri untuk mendatangi gadis manis itu dan memperkenalkan diri, kemudian mengajak gadis itu untuk ngobrol.

Mungkin untuk menjaga kesopanan, gadis itu menyambutnya dan merekapun menuju sudut ruangan yang agak sepi. Mereka berdua memesan kopi. Sean sepertinya sangat gugup dan tidak tahu harus mengatakan apa. Karena kebisuannya itu, gadis itu lalu menunjukkan tanda tanda mau pergi, Sean lalu memesan pada pelayan garam untuk diberikan pada kopinya, ini membuat kaget orang yang duduk di sekitar sana, karena belum pernah mendengar ada yang minum kopi dengan ditambahi garam.

Wajah Sean berubah merah, tetapi gadis itu malah tertarik akan hal itu, rasa ingin tahunya bertanya pada Sean.* Sean menjelaskan bahwa dia selalu teringat akan orang tuanya yang masih tinggal di pesisir, dia teringat masa kecilnya yang suka bermain di laut, dia kangen akan kampung halamannya, sehingga dia selalu meminum kopi asin untuk melepas rasa rindunya pada laut, kampung halaman dan orang tuanya. Ceritanya ini, membuat gadis itu berpikir dalam :* ini adalah pria yang bertanggung jawab penuh, selalu teringat akan rumah tangga, orang tuanya dan tidak pernah bisa melupakan keluarganya.....dan seperti inilah pria yang dia inginkan.

Secara bertahap hubungan mereka bertambah baik dan akrab...........seperti cerita cinta pada umumnya, akhirnya mereka mengikat diri dalam suatu pernikahan. Keluarga mereka berjalan dengan baik dan bahagia. Dan hampir setiap hari Sean disuguhkan dengan kopi asin..........karena istrinya tahu, bahwa dia begitu menyukai kopi dengan garam itu.

Setalah 40 tahun berlalu, Sean meninggal dunia. Istrinya menemukan sebuah surat* yang isinya :

“Sayang, maafkan saya, maafkan saya telah membohongimu. Ini adalah kebohongan satu satunya yang pernah saya lakukan padamu. Ingat saat pertama kita bertemu, yang saya katakan tentang kopi asin itu? Saya begitu gugup saat itu, sehingga seharusnya meminta gula, malah saya meminta garam. Terpaksa saya mengarang suatu cerita untuk menutupi rasa malu saya. Saya tidak tahu itu malah menjadi awal dari hubungan kita. Saya berkali kali ingin mengatakan padamu hal ini, tapi saya tidak berani. Kini saya tahu ajal saya telah dekat, saya tidak takut untuk mengatakan sejujurnya : saya tidak suka kopi asin, rasanya aneh sekali.....tetapi saya mulai membiasakan untuk kopi asin setelah saya mengenalmu.rasa anehnya kopi asin sudah menjadi tidak aneh lagi,dan lama lama saya bisa menikmati kopi asin. Saya merasa hidup saya sangat bahagia bersamamu.”

Tanpa dapat dibendung air matanya jatuh membasahi surat suaminya. Jika suatu ketika, seseorang menanyakan kepadanya bagaimana rasanya kopi asin.....dia akan mengatakan rasanya manis.....manis sekali.

-oOo-

TABUR KEJUJURAN


Seorang CEO hendak mewariskan perusahaan besar kepada karyawan terbaiknya.
Untuk itu ia memanggil seluruh karyawannya, memberikan masing-masing sebutir BENIH di tangannya dan berkata, “Sirami dengan teratur, rawat, dan kembalilah setahun dari sekarang dengan membawa tanaman yang tumbuh dari benih ini. Yang TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sebagai CEO perusahaan ini.”
Seorang karyawan, Rahmat, pulang ke rumah. Setiap hari disiraminya dengan air dan pupuk. Setelah 6 bulan, di kantor, eksekutif lainnya saling membicarakan tanaman mereka, sedangkan Rahmat melihat TIDAK ADA PERUBAHAN yang terjadi pada benih miliknya.
IA MERASA GAGAL.
Setelah setahun, seluruh eksekutif menghadap CEO, memperlihatkan hasil benih tersebut. Rahmat berkata pada istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot yang kosong, namun istrinya mendorongnya untuk menyatakan yang sebenarnya. Rahmat menyadari bahwa istrinya menyarankan HAL YANG BENAR.

Memasuki ruangan meeting, Rahmat membawa sebuah pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan. Ketika Sang CEO memasuki ruangan, ia memandang keindahan seluruh tanaman itu, hingga akhirnya berhenti didepan Rahmat yang tertunduk malu. Sang CEO memintanya ke depan dan menceritakan tragedi yang menimpanya.
Ketika ia selesai bercerita, Sang CEO berkata, “Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Rahmat, CEO yang baru”.
Ia berkata, “Aku memberikan kepada kalian sebutir benih yang sebelumnya TELAH KUREBUS DI AIR PANAS hingga mati dan tidak mungkin untuk tumbuh. Melihat bahwa benih itu tidak tumbuh, kalian menukarnya dan berbohong kepadaku. Lain halnya dengan Rahmat, dia mau berkata yg sebenarnya terjadi.”
Tabur KEJUJURAN, menuai KEPERCAYAAN
Tabur KETEKUNAN, menuai KEMENANGAN
Tabur KERJA KERAS, menuai KESUKSESAN
Jangan TAKUT menjalani Jika itu BENAR

( RENUNGAN ) KISAH PEMUDA MISKIN DAN GADIS KAYA

Seorang Pemuda miskin mencintai seorang gadis kaya. Suatu hari Pemuda itu nembak si gadis

Gadis itu berkata, "Dengar ya, gaji bulanan Anda sama dengan pengeluaran harianku..!
Haruskah aku pacaran dengan Anda? Aku tidak akan pernah mencintai Anda. Jadi, lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yang setingkat dengan Anda"
Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.


10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan.
Wanita itu berkata, "Hei Kamu!! Apa kabar? Sekarang aku sudah menikah. Apakah kamu tahu
berapa gaji suamiku ? Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu bayangkan ? Dia juga sangat cerdas"
Mata Pemuda itu berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu,
Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu,
suaminya berkata :"Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."
Lalu dia berkata kepada istrinya, "Kenalkan Bossku, Boss masih lajang lho..
Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah.

Sial sekali gadis itu.. Bukankah sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti itu??. "
Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda
Kadang orang yang kita sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada yang kita bayangkan ... Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan dari dirinya ...
Kadang orang yang di hina akan memakai hinaannya untuk mengapai sebuah kesuksesan ...

Ini hanya sebagian cerita kehidupan nyata
Bukan harta yang akan membuat kita bahagia
†αpï bersyukurlah yang membuat kita bahagia!!!


Sumber

KASIH SAYANG SEORANG IBU


Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu sukamencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”


Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya


Sumber

KISAH BATU RUBI YANG RETAK



Kumpulan Cerita Inspiratif Dan Motivasi
Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”

“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”

Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat raja yang dicintainya berbahagia.

Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

Tidak ada yang manusia yang sempurna didunia ini, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!



Sumber

KISAH HEROIK SEORANG IBU MEMBUNUH ANAK SENDIRI DEMI MENYELAMATKAN NYAWA ORANG BANYAK


Inilah terowongan yang sangat legendaris ketika perang Vietnam dan Amerika
Terowongan bawah tanah di desa Cu Chi kini lebih dikenal sebagai tempat wisata sejarah yang menarik dan menantang. Namun, lorong bawah yang menjadi basis perjuangan milisi Vietcong dalam perang melawan Amerika Serikat (1959-1975) menyimpan sejumlah cerita kelam. “Banyak turis yang lebih mengagumi kisah heroik para pejuang Vietcong bersama dengan pasukan Vietnam dalam berperang melawan Prancis dan Amerika yang membantu Vietnam Selatan.


Namun, ada sejumlah kenangan pahit dan penderita yang dirasakan sekitar 10 ribu pejuang dan warga yang harus berpuluh tahun tinggal di lorong sempit dan gelap,” kata Nhi Nguyen, seorang pemandu wisata di Kota Ho Chi Minh. Satu kisah yang menyayat adalah pengorbanan seorang ibu bermarga Le yang terpaksa membunuh seorang anaknya yang baru lahir demi menyelamatkan nasib banyak orang di lorong bawah tanah. Nhi tidak tahu persis kapan kisah ini terjadi, tetapi peristiwa itu berlangsung saat Vietnam berperang melawan Amerika.
“Zaman perang, pemerintah meminta perempuan tidak berhubungan intim dengan pasangannya selama tinggal di terowongan. Namun, seorang perempuan simpatisan Vietcong waktu itu ternyata sudah mengandung,” kata Nhi saat mengantar para turis asal Indonesia dari Kota Ho Chi Minh-populer disebut Saigon-menuju terowongan di desa Cu Chi, yang memakan waktu tempuh lebih dari dua jam.

“Ibu itu terpaksa melahirkan di ruang bawah tanah. Namun, selayaknya bayi yang baru lahir, anak malang itu menangis kencang. Ini sangat berbahaya,” kata Nhi. “Padahal tangis bayi itu bisa terdengar di atas permukaan tanah. Ini berisiko membuat pasukan Amerika mengetahui dan menyerang terowongan,” lanjut guide yang cukup lancar berbahasa Indonesia itu.
Maka, ibu itu tidak ada cara lain menghentikan tangis anaknya selain membunuhnya. “Hidung bayi itu terus dia bekap sampai putranya tak bergerak lagi,” ujar Nhi. Bagi para komandan dan pejuang Vietcong, langkah ibu Le merupakan tindakan heroik karena bisa menyelamatkan banyak jiwa dari serangan bom artileri dan pesawat tempur Amerika ke terowongan Chu Ci. Namun, perempuan itu menjadi sangat terpukul dan akibatnya fatal.
“Dia merasa sangat kehilangan atas kepergian putranya yang terpaksa dibunuh. Maka, setelah Vietnam bersatu dan merdeka pada 1975, ibu itu jiwanya terganggu lalu bunuh diri,” kata Nhi yang terbawa oleh kisah itu hingga sempat berurai air mata. Bosnya, Hung Tran, mengungkapkan bahwa kisah itu kini selalu diutarakan para pemandu wisata setiap kali mereka mengantar para turis ke terowongan Cu Chi.
“Masih banyak lagi kisah yang menggambarkan pengorbanan para warga bawah tanah. Banyak di antara mereka yang mati akibat sanitasi buruk dan wabah penyakit. Belum lagi, terkena gigitan binatang dan serangga beracun yang hidup di bawah tanah,” kata Hung. Selain itu, para warga juga terpaksa menggali terowongan baru yang lebih dalam untuk mencari sumber mata air. “Tindakan itu terpaksa mereka lakukan setelah Amerika merusak sungai Saigon dengan bom Napalm yang mencemari air,” kata Hung.


Sumber

PENGORBANAN LAKI LAKI YANG TERABAIKAN PEREMPUAN


Kumpulan Cerita Inspiratif Dan Motivasi
1. seorang anak laki-laki dengan uang jajan seadanya. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah.apa kalian (wanita) merasa laki-laki akan memakai semua uangnya?dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan – jalan di hari minggu nanti, mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan lalu ketika hari minggu yang dimaksud, kalian jawab : ” duh, sorry nih kayanya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya udah janji sama temen2 janji. maaf ya ” ATAU “duh, sorry banget. aku diajakin keluarga keluar. gatau mau kemana”YA selamat kalian udah berhasil membuat hati anak laki-laki itu kecewa. ya laki-laki paling cuma bilang “oh yaudah gpp, lain kali aja” tapi apa kalian tau apa yang ada di perasaannya? hahaha kalian emang hebat untuk masalah kaya gini

2. kalo yang ini sih saya yakin diantara kalian ga akan ada yang ngerasa, tapi untuk yang (merasa) cewe matre ya maaf banget ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda

3. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk hang outketika kalian mau di ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali kalian dijemput memakai motor. langsung berdalih “duh rambutku bisa rusak””duh siang2 gini, kan panas” ATAU”maaf ya ada temen yang kecelakaan jadi harus ke rumah sakit” (padahal cuma males naek motor)yah, mungkin kalian ga sadar ngmg kaya gitu, tapi sadarkah kalian kalo cowo itu sakit hati?padahal saya yakin seyakin2nya, hampir seluruh laki-laki dengan umur 17/18 tahun yang membawa sebuah mobil, mereka dibelikan oleh orang tuanya. maaf! bukan nyindir yang bawa mobil hehehe. cuma mau nyadarin cewe yang kaya gitu aja kok peace іѕ bеаυtіfυƖ

4. ketika sang laki-laki menjadi seorang kekasih, maka apapun akan dilakukannya untuk membuat kalian tersenyum setiap harinya. mengorbankan apapun yang dimilikinya. dan mungkin mereka mengorbankan TEMANNYA SENDIRI. itu bisa jadi.dan ketika kalian ngmg “aku udah ga nyaman sama km””aku bosen sama km”dan keluhan lainnya, tau sendiri lah ya hehe.sadarkah kalian itu membuat hati laki-laki hancur? ya kalian berhasil membuat laki-laki mengidap syndrom desperadositis. laki-laki udah ngorbanin banyak hal kepada kalian dan dengan mudahnya kalian bicara seperti itu. hebat!

5. Ketika sudah berkeluarga. anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan.
ada yang tau pepatah ini ga? “seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam”dii benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup. kalo perlu ga usah makan, atau sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia udah senang, jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suamimu itu.

6. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya, tapi ada satu hal yang harus kalian taumau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya, ketika uang itu diberikan pada mu, dia ikhlas memberikannya padamu, dan rela menanggung dosa untuk mu


Sumber

KISAH INSPIRATIF AKU BENCI LAMPU MERAH

Kumpulan Cerita Inspiratif Dan Motivasi
Satu siang di Bekasi, lampu merah menyala. Seorang nenek-nenek renta dengan hanya sebelah tangan menawarkan sapu lidi, sebelah tangannya lagi tidak nampak, hanya terlihat pangkal lengan yang kosong.

Hatiku nyeri, kuturunkan kaca mobil,
“Berapa Nek ?”“Sepuluh ribu neng… ”
Kuulurkan sepuluh ribuan, kukira aku akan mendapat satu sapu lidi. Tapi nenek-nenek itu mengangsurkan semua, tiga sapu lidi yang dipegang dengan sebelah tangannya yang tersisa.
“Saya cuma beli satu Nek” kataku ragu
“Enggak pa pa neng, tiga-tiganya ini sepuluh ribu” jawab nenek itu
Lalu nenek itu mengucapkan terima kasih yang diteruskan dengan rentetan doa untuk keselamatan dan keberkahan bagiku. Sepuluh ribu untuk tiga sapu lidi, dan untuk doa yang tak ternilai harganya….

Tapi tiba-tiba,
“Ngapain sih beli begituan ?” hmmmmm, teman seperjalananku protes
“Nggak liat kenapa ?” jawabku rada sengak juga
“Sepuluh orang aja seperti kamu, seratus ribu sehari, tiga juta sebulan”
Aku memilih diam
“Gaji pramusiwi saja nggak sampai segitu”
“Nenek itu nggak mungkin jadi pramusiwi neng… ” balasku
“Tiga juta sebulan dari sapu lidi begituan” masih saja bersungut-sungut
“Oke, kamu gantian jadi nenek itu, tiga juta sebulan. Mau ?!!”
Huhhhh, menguap semua protes….


 Apa susahnya berbagi sedikit keberuntungan dan rezeki kita, untuk ketidak beruntungan orang lain ?

Ngomong-ngomong, aku sendirian di mobil, jadi kenalkan, itu tadi sisi diriku yang lain…

Sumber 

CERITA SEORANG ANAK YATIM PIATU SELEPAS PESTA ULANG TAHUN TETANGGANYA


by Taufiq Ismail
Seminggu lalu datanglah undangan untuk kami anak-anak penghuni Panti Asuhan, diantarkan seorang ibu dan anak gadisnya sekolahnya kira-kira di SMA. Mereka naik Corolla biru, dari pakaian, cara bicara dan perilaku kelihatan tamu ini orang gedongan atau golongan yang hidup lebih dari kecukupan. Mereka mengundang anak-anak panti asuhan untuk ikut acara ulang tahun rabu jam tujuh malam. Dan berangkatlah kami pada waktu yang ditentukan berjumlah dua puluh tiga, termasuk bapak dan ibu asrama jalan kaki bersama, karena jaraknya cuma terpisah sepuluh rumah saja.
Rombongan dipersilahkan masuk dengan ramah dan anak-anak berusaha duduk di belakang-belakang saja, tapi disuruh berbaur dengan tamu-tamu lainnya para remaja belasan tahun. Mereka sehat-sehat, harum-harum Berbaju mahal dan tembem-tembem pipinya, saya berjuang melawan sifat minder saya duduk di tengah ruang tamu yang luas di atas karpet bersila, pegal dan canggung di antara jajaran barang antik dan macam-macam perabotan di bawah lampu kristal bergelantungan. Tapi alangkah aku jadi heran tidak ada acara potong kue dan tiup lilin, tidak ada tepuk tangan mengiringi Lagu Hepi-Bisde-Tuyu Hepi-Bisde-Tuyu.
Lalu seorang remaja membaca surah Luqman dengan suara amat merdunya dan suaranya berubah jadi untaian mutiara yang berkilauan jadi kalung di leher pendengarnya. Kemudian Lia yang berulang tahun berpidato sangat mengharukan ”Dalam acara seperti ini Bukan saya yang jadi pusat perhatian diperingati atau dihargai, tapi mama, ya, mama kita, ibunda kita dan ayahanda. Ibunda dan ayahanda pusat perhatian kita. Hari ini, enam belas tahun yang lalu mama melahirkan saya Posisi saya sungsang Saya terlalu besar Jadi mama harus sectio Caesaria mama dibedah, berdarah-darah Seluruh keluarga khawatir dan berdoa Di luar ruang operasi duduk menanti berita dalam kecemasan luar biasa. Tapi alhamdulillah, kelahiran selamat walau pun mama sangat menderita sekarang ini, enam belas tahun kemudian Ulang tahun saya dirayakan, saya pikir, tidak logis saya yang jadi pusat perhatian, harusnya mama yang jadi pusat perhatian, mama dan bukan saya. Saya pikir, tidak logis saya minta kado, harusnya mama yang diberi kado…”
Anak gadis itu berhenti sebentar Dia sangat terharu Kemudian dia mengambil sebuah bungkusan kertas berkilat, diikat pita berbentuk bunga ”Mama Terima kasih mama, terima kasih Mama telah melahirkan saya dengan susah payah Mama menyabung nyawa Berdarah-darah persis malam ini, 16 tahun yang lalu. Terimalah rasa terima kasih ananda tidak seberapa harganya.” Mamanya berdiri Terpukau pada kata-kata anak gadisnya, terharu pada jalan pikirannya yang dia tak sangka-sangka, dia langsung memeluk anaknya terguguk-guguk menangis. Keduanya tersedu-sedu, hadirin menitikkan air mata pula, suasana mencekam terasa Dan hening agak lama.
Kemudian kakak pembawa acara berkata ”Para hadirin yang mulia, ini memang kejutan bagi kita Karena dengan tahun yang lalu acara ini begitu berbeda, Lia tidak mau tiup lilin, karena ditemukannya di ensiklopedia, Manusia di Zaman Batu di Eropa percaya pada kekuatan nyala lilin, begitu tahayulnya bisa mengusir sihir, roh jahat, leak dan memedi begitu katanya, termasuk sijundai, setan, hantu, kuntilanak dan gendruwo. Dan itu berlanjut ke zaman Romawi kuno, lalu dikarang lagi berikutnya superstisi Yaitu apabila lilin-lilin itu sekali tiup nyalanya semua mati maka akan terkabul apa yang jadi cita-cita di dalam hati. Lia tidak mau acara ulang tahunnya jadi bernoda oleh tahayul.
Acara yang ditentukan oleh budaya jahiliah zaman purbakala Katanya: ’Kok tiupan nyala 16 lilin bisa menentukan nasib saya ?, Alloh SWT yang menentukan nasib saya sesudah kerja keras saya, saya tidak mau dibodoh-bodohi tahayul Walau pun itu datangnya dari barat atau pun timur juga, saya tidak mau dibodoh-bodohi budaya mereka Minta kado dari Papa dan Mama Minta kado dari keluarga dan kawan-kawan saya. Saya tidak mau cuma jadi kawanan burung kakaktua Burung beo yang pintar meniru adat Belanda dan Amerika Dalam acara ulang tahun kita’ Begitu katanya.”
Sesudah bertangis-tangisan dengan ibunya Berkatalah yang berulang tahun itu ”Hadiah paling saya harapkan dari kalian Adalah doa bersama sesudah hamdalah dan shalawat, karena saya ingin jadi anak yang baik perilakunya, jadi perhiasan di leher ibuku, jadi penyenang hati ayahku, rukun dengan kakak-kakak dan adik-adikku, bertegur-sapa dengan semua tetangga, dan kelak ketika dewasa Berguna bagi Indonesia.”
Anak yatim piatu yang mendapat undangan itu, lihatlah bersama kawan-kawannya dipersilahkan makan bersama-sama, dengarlah kisah kesannya kini : ”Dalam acara makan kunikmati nasi Beras Rajalele yang putih gurih, dendeng tipis balado, ikan emas panggang dan udang goreng, besar dan gemuk-gemuk, belum pernah aku memegang udang sebesar itu. Di asrama ikan asin dan tempe seperti nyanyian yang nyaris abadi, dadang-kadang makan pun cuma sekali sehari. Ketika kulayangkan pandangku ke depan, kulihat tuan rumah yang baik hati itu, Bapak dan ibu itu Berdiri bersama Lia anak gadisnya berbicara amat mesranya. Kubayangkan ayahku almarhum, mungkin seusia dengan bapak ini, beliau meninggal ketika umurku setahun. Kubayangkan ibuku almarhumah wafat ketika aku kelas enam SD Mungkin seusia pula dengan ibu itu, tidak pernah aku merayakan ulang tahunku, tidak pernah.
Panas mengembang di atas pipiku Tak tertahan Titik air mataku.”
1980, 2007
“When we seek to discover the best in others, we somehow bring out them in ourselves.” (William Arthur Ward – America’s writter)

KISAH SEORANG WANITA MISKIN DIYAMAN,SAPI TUA DAN JALUR GAZA (KISAH NYATA)

Semoga kisah nyata ini bermanfaat untuk kita…

Kisah tentang penderitaan dan rasa sakit yang diderita oleh orang-orang Gaza menyebar ke seluruh dunia. Semua orang di dunia larut dalam kemarahan, kebencian, dan permusuhan. Bahkan lebih banyak orang merasa sedih dan sangat tersentuh ketika anak-anak kecil yang manis menjadi korban dari peluru dan bom gila Israel, dan darah yang membasahi tanah merah Palestina.
Tragedi mengharukan ini juga menimpa seorang wanita tua yang hidup menderita di salah satu desa di Yaman. Sama seperti orang lain, ia juga merasa sedih dan sedih, dan dia mau tak mau meneteskan air matanya.
Suatu hari ia bertekad untuk membantu terbaik yang ia bisa. Kebetulan, satu-satunya ‘aset’ yang ia miliki adalah seekor sapi tua, sudah sakit-sakitan, kurus dan lemah.
Dibarengi dengan semangat yang tinggi dan rasa simpati yang meluoa, ia berniat untuk memberikan sapi nya kepada rakyat Gaza. Jadi, dia meninggalkan rumahnya dengan berjalan kaki menuju salah satu masjid di Yaman sambil memegang satu-satunya sapi tercinta.
Kebetulan, hari itu hari Jumat dan orang-orang telah menyerbu masjid untuk melakukan salat Jumat. Si ibu tua dengan sapinya mau tak mau menjadi pusat perhatian jamaah, karena ia berdiri di tepat luar masjid dengan sapinya. Beberapa dari jamaah mengangguk, sebagian menggelengkan kepala, dan tidak sedikit dari mereka yang tersenyum sinis atau malah sebaliknya, terkejut melihat wanita miskin yang berdiri di samping sapinya dengan setia.
Waktu berlalu dan meskipun jama’ah dari masjid itu khusyu mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh Imam, semakin lama, jamaah shalat Jumat semakin penasaran pada dua makhluk Allah itu. Wanita tua itu dan sapi itu masih di situ, bahkan si wanita tua tanpa sedikit pun menunjukkan tanda malu atau keengganan di wajahnya.
Setelah Imam turun dari mimbar, shalat Jumat kemudian dilakukan. Biar matahari membakar sangat terik dan keringat menetes dari wajahnya, wanita tua dan sapi itu masih saja di situ. Segera setelah semua jama’ah menyelesaikan solat dan do’a, wanita tua itu tiba-tiba bergegas dan menyeret sapinya menuju pintu depan masjid dan menunggu dengan sabar, tidak terpengaruh oleh jama’ah yang berjalan keluar dari masjid. Banyak dari mereka tetap tinggal dan ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan oleh wanita tua itu selanjutnya.
Ketika Imam masjid keluar, wanita tua itu melompat berdiri dan berkata: “Wahai Imam, saya pernah mendengar tentang kisah sedih rakyat Gaza. Saya orang miskin tapi saya bersimpati dan ingin membantu mereka. Mohon terimalah satu-satunya sapi ini untuk dibawa ke Gaza, berikanlah kepada orang-orang di sana. “
Terkejut, sang Imam tertegun sejenak oleh permintaan wanita tua. Dan bisa ditebak, ia enggan untuk menerimanya. Yeah, bagaimana untuk membawa sapi tua ke Gaza, Imam bertanya? Di sekeliling, para jama’ah mulai bergumam. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa itu adalah mustahil untuk dilakukan terutama karena sapi sudah tua, pasti tidak memiliki nilai.
“Tolong … bawalah sapi ini ke Gaza. Ini yang hanya saya miliki. Saya benar-benar ingin membantu mereka,” ulang wanita yang tidak diketahui namanya itu. Imam itu masih enggan. Setiap jama’ah berbicara dan berbisik satu sama lain. Semua mata tertuju pada wanita tua dan sapi tuanya.
Mata wanita tua mulai sayu dan penuh dengan air mata tapi ia masih pantang menyerah dan terus menatap Imam. Suasana itu penuh dengan diam untuk sementara waktu. Tiba-tiba, seseorang dari jama’ah bersuara: “Sudahlah, saya akan membeli sapi ini dengan harga sebesar 10.000 riyals dan kemudian uang itu akan disumbangkan kepada orang-orang Gaza.”
Imam tampaknya setuju. Wanita tua yang sedih itu menyeka air matanya yang telah mengalir ke bawah. Ia tetap berkata-kata tapi sepertinya setuju dengan saran dari jama’ah. Tiba-tiba, seorang pemuda berdiri dan menawarkan saran yang lain: “Bagaimana jika kita semua memberikan tawaran tertinggi dengan kontribusi uang itu untuk membeli sapi dan uang terkumpul akan dikirim ke Gaza?”
Wanita itu terkejut, dan juga Imam. Ternyata gagasan pemuda itu diterima oleh orang banyak. Kemudian dalam beberapa menit, tawaran mulai bergulir dan banyak dari jama’ah bergegas untuk menyumbangkan uang yang akan dikumpulkan.
Orang-orang mulai menawar, mulai dari 10.000 hingga 30.000 riyals dan terus naik. Suasana di kompleks masjid menjadi bising ketika tawaran jama’ah terus berlangsung tanpa henti sementara para jamaah secara bersamaan terus menyumbangkan uang mereka.
Akhirnya, sapi kurus, dan lemah milik oleh wanita tua dan miskin itu dibeli dengan harga sebesar 500.000 riyals (sekitar 148.000 USD atau sekitar Rp 1 milyar 600 juta)! Si perempuan tua itu jelas sangat gembira dan terharu. Sapinya akhirnya berguna juga.
Ketika uang sudah terkumpul, tanpa disangka-sangka, seorang jamaah mendekati wanita tua itu. “Imam telah memerintahkan kami untuk mengembalikan sapi ini kepada Anda, Ibu.” Ujar sang jamaah itu sambil menangis, karena merasa kagum kepada si ibu tua.
Tanpa diduga, ditakdirkan oleh Allah segalanya, niat wanita miskin yang tua itu untuk membantu meringankan beban rakyat Palestina dibuat mudah oleh Allah sampai-sampai uang dalam jumlah besar itu bisa dikumpulkan, sementara pada saat yang sama dia masih memiliki satu-satunya “aset” yang ia miliki. Subhanallah!
sumber : eramuslim.com

SUAMIKU KINI TLAH TIADA DAN PENYESALANKU YANG TERUS ADA

Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku

Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.

Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.

Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”

Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”

Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai?istirahat dulu saja”

Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik.”

Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.

“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”

Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”

Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.

Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.

Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.

Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.

Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.
Teruntuk suamiku.

Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.



KISAH MENGHARUKAN ANTARA SYAIKH BIN BAZ DAN SEORANG PENCURI

Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi
 
Salah seorang murid Syaikh ‘Ibn Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini kepadaku. Dia berkata: “Pada salah satu kajian Syaikh Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, beserta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. Maka Syaikh Utsaimin menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh bin Baz rahimahullah. Di tengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang lelaki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannyapun keras hingga para muridpun mengetahuinya.

Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dai dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Akupun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: “Bagaimana kabarmu wahai akhi, apa yang membuatmu menangis?”

Maka diapun menjawab dengan bahasa yang mengharukan: “Jazakallahu khairan.” Akupun mengulangi pertanyaanku sekali lagi: “Apa yang membuatmu menangis akhi?” Diapun menjawab dengan tekanan suara yang haru: “Tidak ada apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh bin Baz, maka akupun menangis.” Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi.
Dia meneruskan keterangannya: “Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengahruskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut.
Saat itu, aku tidak memiliki uang selian seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka akupun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman, Mereka menolak, Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku dan tidak tidur karena aku.

Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasa apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu duniapun terasa menjadi gelap.
Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata: “Makanlah, dengan membaca bismillah!” Aku pun tidak mempercayai apa yang tengah kualami. Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, “Wudhu’lah untuk shalat!” Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata: “Apakah engkau sudah makan?” Akupun menjawab: “Ya, sudah.” Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk di atas kursi di bagian depan masjid, sementara jama’ah shalat dan banyak murid mengitarinya. Kemudian syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka akupun meletakkan tanganku di atas kepalaku karena malu dan takut.

Ya, Alloh, apa yang telah aku lakukan? Aku telah mencuri di rumah Syaikh bin Baz rahimahullah. Sebelumnya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan.

Setelah Syaikh bin Baz selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukanku di sisi beliau. Di tengah makan beliau bertanya kepadaku: “Siapakah namamu?” Kujawab: “Murtadho.” Beliau bertanya lagi: “Mengapa engkau mencuri?” Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata: “Baik, kami akan memberimu 9000 Riyal.” Aku berkata kepada beliau: “Yang dibutuhkan Cuma 7000 Riyal.” Beliau menjawab: “Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku.”
Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdoa untuk beliau. Aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibuku. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh bin Baz rahimahullah. Aku pergi rumah beliau. Aku mengenali beliau dan beliaupun mengenali aku. Kemudian beliaupun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, “Apa ini?” Kujawab: “Itu sisanya.” Maka beliau berkata: “Ini untukmu.” Kukatakan: “Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda.” Maka beliau menjawba: “Apa itu wahai anakku?” Kujawab: “Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Alloh menjaga anda.” Maka beliau menjawab: “Baiklah.” Akupun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau.
Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat ke rumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata: “Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja. Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberitahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang menjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya: “Kabar apa?” Mereka menjawab: “Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawanya ke kepolisian.” Maka Syaikhpun berkata sambil marah: “Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan.”

Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut: “Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah.

Mudah-mudahan Alloh merahmati Syaikh bin Baz dan Ibnu Utsaimin dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin.

Di kutip dari Majalah Qiblati edisi 02 tahun III (11-2007M / 10-1428H)
 

30 HARI SEBELUM AJAL (SWEET MEMORY)


Cobalah renungkan sejenak Sweet Memory terindah di dalam kehidupan Anda, sambil mengenang masa-masa yang indah tersebut. Misalnya masih teringat olehku suatu kenangan terindah sewaktu aku masih bersamanya, sewaktu aku masih menjalani hidup penuh dengan kebahagiaan, sewaktu cinta itu masih ada bersamanya, masih melekat erat dan masih memberikan senyumnya padaku…..Marilah kita ber-nostalgi sejenak sambil mengenang pada saat ketika kita khusus bangun tengah malam, karena ingin melihat pertandingan tinju Mohammad Ali, atau dimana setiap sore rajin nonton Bonanza, Daktari, Kojak, ChiPs. Lagipula pada saat itu kita tidak perlu gunta-ganti program masalahnya hanya ada satu program saja dari TV-RI. Musik yang ngetop pada saat itu dari Tom Jones, Beatles, Bee Gees, Koes Ploes. Pada saat rambut disasak, ataupun pakai Tanco minyak rambut yang melekit, agar penampilan bisa mirip seperti Charles Bronson. Betapa cantiknya dahulu ketika kita mengenakan celana kulot

Pada umumnya orang senang mengenang kembali masa remajanya atau pada saat usia puber. Mengenang Date yang pertama dimana kita nonton atau makan bareng.Renungkanlah oleh Anda ketika masa pacaran pertama di sekolah/kuliah atau pada saat pergi liburan keluar kota.

Sweet Memory tidak harus selalu ada kaitannya dengan pacaran, misalnya bisa juga pada saat kita pertama kali mengendarakan motor/mobil atau pada saat kita pentas atau pada saat merayakan pesta HUT ataupun pesta perkawinan dll-nya. Sweet Memory tidak tergantung dari usia buktinya mang Ucup masih mengalami banyak sekali Sweet Memories setelah usia kepala enam.

Sayangnya Sweet Memories ini tidak bisa diulang balik, karena kita tidak bisa memutar balik jam waktu. Mungkin pada saat tersebut kita pernah merasakan sakitnya, karena merasa dihianati, tetapi kalau direnungkan kembali, lebih banyak masa indahnya daripada sakitnya oleh sebab itulah kita senang mengingatnya kembali. Pengalaman negativ seseorang akan lebih mudah dan lebih cepat terlupakan, karena kita lebih senang mengingat hal-hal yang menyenangkan dan positiv.

Menurut Profesor Wildschut dari Universitas Southampton, cara terbaik dan termudah untuk mengurangi beban stress kita ialah dengan cara "Mimpi Mundur" atau mengingat kembali masa-masa indah; diwaktu yang lampau atau dalam istilah kerennya bersnostalgian. Hal ini tidak perlu kita lakukan secara nyata; cukup apabila kita bisa mengenang kembali semuanya di dalam otak kita.

Berdasarkan hasil penelitian ternyata 79% dari manusia di kolong langit ini minimum seminggu sekali secara langsung atau tidak langsung di ingatkan kembali akan masa lampaunya. Misalnya melalui musik, film, lokasi atau bertemu dengan orang-orang tertentu, bahkan dari wangi parfum pun orang bisa teringat kembali akan masa lampaunya.

Pada jaman dahulu kita belum memiliki keinginan untuk barang-barang konsumen seperti sekarang ini. Hidup kita dahulu jauh lebih sederhana dan jauh lebih bersahaja, tapi kita merasa lebih bahagia.

Pada saat itu kita masih bisa menikmarti kasih sayang ibu kita 100%, sebab seorang ibu, mengemban tugasnya sebagai ibu 100% jadi tidak hanya sekedar 10% seperti saat sekarang ini, karena harus membantu sang suami mencari uang. Cobalah lihat keluarga mana yang masih bisa melaksanakan budaya makan bareng seluruh keluarga ?

Semakin tua seseorang semakin banyak pulalah ia membicarakan mengenai masa lampaunya. Semakin tua seseorang semakin ia merasakan kesepian. Dengan bernostalgi kita bisa merasakan kembali bagaimana dahulu kita dikasihi maupun dihargai. Maklum pada saat tersebut, kita masih gagah, muda, cantik dan ganteng dibandingkan dengan sekarang dimana rambut sudah mulai rontok dan beruban, wajahpun sudah penuh dengan keriput. Jadi wajarlah apabila kita lebih senang mengenang akan masa emas atau masa jaya kita diwaktu muda

Sweet Memories adalah miliki kita satu-satunya yang paling indah yang tidak akan hilang dimakan waktu dan tidak bisa diambil oleh siapapun juga. Sweet Memories ini sudah menjadi bagian dari hidup kita yang dibawa ke manapun kita pergi. Percayalah pada saat Anda sedang merasa duka dan tidak tahu lagi apa yang harus Anda lakukan, selainnya berdoa, usahakanlah untuk mengingat kembali kenangan indah Anda. Pasti ini akan bisa menghibur Anda !

Mogah-mogahan melalui tulisan ini saya bisa membangkitkan kembali Sweet Memories Anda. Melalui Sweet Memories ini; secara tidak langsung otak kita bisa liburan/istirahat sejenak dari segala macam stress maupun problem sehari-hari kita, bahkan bisa membuat panjang umur.

                     


PENGAMEN PEMBAWA HIKMAH


Deborah yang aku tumpangi malam itu tidak terlalu penuh, tetapi tidak kosong. Semua kursi sudah terisi. Aku adalah penumpang terakhir yang mendapatkan kursi kosong. Ini adalah yang kedua kalinya aku menjumpai anak itu. Seorang bocah pengamen tanpa alat musik apapun, termasuk tepukan tangan. Kira-kira berusia 10 tahun. Aku senang memandanginya, dia tidak seperti anak-anak jalanan kebanyakan. Kotor, bau, dan menyanyi seadanya. Ada hal unik dalam dirinya, pakaiannya bersih, memakai sandal, rambutnya jatuh tidak klimis, dan kuku tangan dan kakinya pun bersih. Seperti anak rumahan. Ibunya sungguh merawatnya, pikir ku malam itu.
Satu hal yang menjadi perhatianku, ternyata anak tersebut kurang normal. Gaya menyanyinya dieja kata perkata dengan berusaha sekuat tenaga agar apa yang diucapkannya jelas terdengar. Rupanya lirik sholawat badar menjadi lagu favoritnya. Beberapa penumpang senyum-senyum simpul memandangnya. Jujur, aku pun ingin tertawa lebar. Aku berusaha menahan tawaku dengan mengalihkan pandangan ke luar jendela.
Setelah selesai menyanyi, ternyata masih ada satu hal yang dia lakukan. Dia memberi nasihat kepada kami tentang manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara. Subhanallah, dia membawakannya dengan penuh semangat, penuh percaya diri dan sangat sungguh-sungguh. Tanpa malu, meskipun tidak sedikit penumpang yang tersenyum simpul. Masya Allah, dia mendoakan kami semua. Hatiku begitu lapang mendengarnya. Beda rasanya ketika yang berdoa adalah panitia masjid yang memang ada maksud ingin meminta sumbangan. Anak itu begitu polos.
Seperti biasanya, anak-anak pengamen akan meminta bayaran atas hiburan yang sudah mereka persembahkan. Tidak kecuali dia. Dia memulainya dari kursi depan samping Pak Supir. Satu dua orang telah terlewati tanpa memberi apa-apa. Alhamdulillah orang ketiga telah memberinya uang. “Makasih Pak, semoga rizkinya nambah ya Pak” spontan anak itu mendoakan sang Bapak. Masya Allah bergetar hati saya. Dia terus mendoakan setiap penumpang yang memberinya uang. Penumpang yang memberi hanya mampu berucap amin sambil menggangguk disertai senyuman.
Biasanya saya selalu menyeleksi setiap ada pengamen bis kota, minimal melihat tampang dan kesungguhan mereka dalam menyanyi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengamen anak-anak adalah mereka yang dimanfaatkan oleh orangtua untuk mencari nafkah. Itulah salah satu usaha saya untuk mengurangi maraknya anak jalanan. Tapi tidak untuk bocah itu. Tangan saya pun ringan memberinya uang, dan saya niatkan untuk bersedekah. Saya pun tidak terlewatkan dari do’anya.
Sungguh banyak hikmah yang dapat saya ambil. Bocah itu telah mengingatkan banyak hal kepada saya. Kesungguhan dalam bekerja untuk mencari rizki tanpa malu yang penting halal, usaha untuk melakukan kebaikan dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja, dan lapangnya dada kita untuk menebar do’a kepada siapa saja. Semoga Allah memberikan Rahmat dan perlindungan Nya kepada bocah itu dari kejahatan di malam hari. Amiin.
Penulis : Aismawati

Sumber : eramuslim.com